Surat Tanda Registrasi

20 Oct

Sebenarnya saya masih bingung banget sama yang namanya regulasi registrasi dokter di Indonesia, ntah karena memang sistemnya yang sulit atau saya yang belum paham saja. Hal ini bermula dari pertanyaan yang muncul dari teman2 saya mengenai apa itu SKP, bagaimana proses perpanjangan STR, dsb. Jujur, saya juga bingung, kenapa mereka tanya kepada saya? Hello, saya juga masih setara dg kalian hahahaa.. Tapi justru ini yang bikin saya penasaran sendiri dan akhirnya mencoba mencari tau. Yap, here we go.

STR merupakan surat keterangan yang dikeluarkan oleh KKI menyangkut seorang tenaga kesehatan (dalam hal ini dokter) sebagai bukti bahwa yang bersangkutan telah terdaftar dan memperoleh kewenangan untuk menjalan profesinya.

Lalu muncul pertanyaan, bagaimana cara mendapatkan STR?

  1. Bagi dokter baru, caranya cukup gampang. Para dokter lulusan baru diwajibkan untuk mengikuti UKDI, kemudian kolegium terkait (dalam hal ini dibawah otorisasi IDI) akan megeluarkan Sertifikat Kompentensi. Sertifikat kompetensi ini akan dikirimkan ke dokter (asli) dan KKI (softcopy dan hardcopy). Kemudian dokter melakukan registrasi online di website KKI. Selanjutnya, KKI akan memvalidasi. Kolegium kemudian akan men-submit registrasi berdasarkan data kolegium, dan voilaa terbitlah STR kita.
  2. Bagi dokter lama, mereka diwajibkan mengikuti P2KB dan pencatatan secara online. Nantinya semua berkas borang P2KB diserahkan ke Badan P2KB untuk dilakukan verifikasi. Kemudian bila telah disetujui oleh BP2KB, data ini akan diserahkan ke kolegium terkait, dan keluarlah Sertifikat Kompetensi. Sertifikat Kompetensi akan dikirimkan ke dokter (asli) dan data dalam bentuk digital dapat dilihat di portal P2KB (data ini juga akan diaksses oleh KKI). Selanjutny dokter melakukan registrasi ke KKI dan BP2KB juga akan men-submit registrasi berdasarkan data di portal P2KB. Lalu nantinya KKI akan mengeluarkan STR kita. Njlimet yaa..

Dari tadi disebut-sebut sertifikat kompetensi, sebenarnya apa si sertifikat kompetensi itu? Penjelasan berikut saya ambilkan dari Buku Pedoman Pelaksanaan P2KB.

Sertifikat kompetensi adalah surat keterangan yang dikeluarkan bagi seorang dokter oleh PDSp/PDPP yang bersangkutan melalui kolegiumnya untuk menyatakan bahwa dokter tersebut kompeten untuk menjalankan prakteknya. Sertifikat ini diperlukan untuk registrasi ulang ke KKI. Sertifikat kompetensi tersebut dikeluarkan setelah seorang dokter menjalankan rangkaian kegiatan Program P2KB yang ditetapkan oleh PDSp/PDPP dan Kolegiumnya masing-masing.

Nah lalu, apasih hubungannya perpanjangan STR dan SKP?

Tadi diawal sudah saya sebutkan bahwa untuk dokter lama harus mengikuti P2KB. Bukti keikutsertaan seseorang dalam suatu program P2KB dinyatakan dalam satuan kredit partisipasi (SKP) yang diperoleh dari kegiatan yang bernilai pendidikan profesi. Satu kredit menggambarkan partisipasi seseorang dalam 1 jam kegiatan yang diakui sebagai kegiatan P2KB (merupakan nilai normatif), selanjutnya disebut 1 SKP IDI. Kredit ini diberikan baik untuk kegiatan yang bersifat klinis (berhubungan dengan layanan kedokteran langsung maupun tak langsung) maupun nonklinis (mengajar, meneliti, manajemen).

Kegiatan yang dapat diberikan kredit dibedakan atas 3 jenis dibawah ini:

  1. Kegiatan pendidikan pribadi: kegiatan perorangan yang dilakukan sendiri yang memberikan tambahan ilmu dan keterampilan bagi yang bersangkutan.
  2. Kegiatan pendidikan internal: kegiatan yang dilakukan bersama teman sekerja dan merupakan kegiatan terstruktur di tempat kerja yang bersangkutan.
  3. Kegiatan pendidikan eksternal: kegiatan yang diselenggarakan oleh kelompok lain di luar tempat kerja yang bersangkutan, yang dapat berskala lokal/wilayah, nasional maupun internasional.

Ditinjau dari sudut keprofesian, kegiatan dalam P2KB ini dibedakan atas:

  1. Ranah pembelajaran : 100-125 SKP/5 tahun
  2. Ranah profesionalisme : 100-125 SKP/5 tahun
  3. Ranah pengabdian masyarakat/profesi : 12,5-37,5 SKP/5 tahun
  4. Ranah publikasi ilmiah : 0-12,5 SKP/5 tahun
  5. Ranah pengembangan ilmu : 0-12,5 SKP/5 tahun

Kredit prasyarat IDI (optimal requirement) adalah 250 SKP IDI per 5 tahun. Minimal 10% (25 SKP IDI) diantaranya harus berasal dari kegiatan nonklinik (misalnya pendidikan, penelitian dan pengabdian pada  profesi dan masyarakat). Berdasarkan Surat Edaran PB IDI No. 762/PB/A.3-BP2KB/08/2007, 10 Agustus 2007 minimal requirement ditetapkan 200 SKP IDI per 5 tahun.

Untuk data alur registrasi STR dan buku log dan borang dokter praktek umum bisa di-download pada tab download diatas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: