batu besar

24 Oct

Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada mahasiswanya
Dengan penuh semangat ia berdiri di depan kelas dan berkata, “Ok, sekarang waktunya untuk quiz..”
Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja.
Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar kepalan tangan.
Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember.
Ia bertanya pada kelas, “Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?”

Semua mahasiswa menjawab, “Ya!”

Dosen bertanya kembali, “Sungguhkah demikian?”
Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil.
Ia menuangkan kerikil2 itu ke dalam ember lalu mengocok2 ember itu sehingga kerikil2 itu turun ke bawah mengisi celah2 kosong diantara batu2.
Kemudian sekali lagi ia bertanya pada kelas, “Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?”

Kali ini para mahasiswa terdiam.
Seorang menjawab, “Mungkin tidak.”

“Bagus sekali,” sahut dosen.
Kemudian ia mengeluarkan sekatung pasir dan menuangkannya ke dalam ember.
Pasir itu berjatuhan mengisi celah2 kosong antara batu dan kerikil.
Sekali lagi, ia bertanya pada kelas, “Baiklah, apakah sekrang ember ini sudah penuh?”

“Belum!” sahut seluruh kelas.

Sekali lagi ia berkata,”Bagus. Bagus sekali.”
Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan airnya ke dalam ember sampai bibir ember.
Lalu ia menoleh ke kelas dan bertanya, “Tahukah kalian artinya ilustrasi ini?”

Seluruh kelas terdiam..

“Kenyataan dari ilustrasi ini mengajarkan pada kita bahwa bila anda tidak memasukkan “batu besar” terlebih dahulu, maka anda tidak akan bisa memasukkan semuanya.”

Apa yang dimaksud dengan “batu besar” dalam hidup anda?
Anak anda; pasangan anda; pendidikan anda; hal-hal terpenting dalam hidup anda; mengajarkan sesuatu pada orang lain; melakukan pekerjaan yang kau cintai; waktu untuk diri sendiri; kesehatan anda; teman anda; dan smua yang sangat berharga bagi anda.
Ingatlah untuk selalu memasukkan batu besar pertama kali atau anda akan kehilangan semuanya.
Bila anda mengisinya dengan hal-hal kecil (semacam kerikil dan pasir) maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan ini semestinya tidak perlu.
Karena dengan demikian anda tidak akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya anda perlukan untuk hal-hal besar dan penting.

Oleh karena itu, setiap pagi atau malam, ketika akan merenungkan cerita pendek ini, tanyalah pada diri anda sendiri “Apakah batu besar dalam hidup saya?” Lalu kerjakan itu pertama kali..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: